Rabu, 26 Oktober 2011

ANTROPOMETRI pada ANAK


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Antropometri merupakan ukuran dari tubuh. Pengukuran antropometri merupakan data referensi untuk mengevaluasi dan mencatat pertumbuhan anak. Hal ini di mulai dengan perbandingan kecenderungan umum dalam pertumbuhan fisik anak.
Apabila dari pengukuran antropometrik telah dikumpulkan sebagai bagian dari pengumpulan data, maka harus digunakan peralatan dan prosedur baku, begitu juga pedoman pengukuran yang baku. Meskipun focus pengukurannya pada kekurangan gizi/nutrisi, kita tetap harus mendeteksi obesitas.

B.  TUJUAN
1.   Tujuan Umum
Mengetahui tentang konsep antropometri serta cara pengukuran antropometri pada anak.
2.   Tujuan Khusus
a.   Mampu menjelasakan pengertian antropometri
b.   Mengetahui syarat-syarat yang mendasari penggunaan antropometri
c.   Mengetahui kelemahan dari antropometri
d.   Mengetahui jenis parameter antropometri
e.   Mengetahui cara pengukuran antropometri pada anak


BAB II
ISI

A.Pengertian
          Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Antropometri berarti ukuran dari tubuh (Mediague.wordpress. com).
Metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adala konsep pertumbuhan.
Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi(Mediague.wordpress. com).
B.Syarat yang Mendasari Penggunaan Antropometri
a. Alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas, mikrotoa, dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah.
b. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif
c. Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional, juga oleh tenaga lain setelah dilatih untuk itu.
d. Biaya relatif murah
e. Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas.
f. Secara alamiah diakui kebenaranya.
C.Kelemahan dan Kelebihan Antropometri
1. Kelemahan antropometri
a. Tidak sensitive
b. Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi)
c. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempungaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi. Kesalahan terjadi karena:
    1) Pengukuran
   2) Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan
   3) Analisis dan asumsi yang keliru
d. Sumber kesalahan, biasanya berhubungan dengan:
   1) Latihan petugas yang tidak cukup
   2) Kesalahan alat atau alat tidak ditera
   3) Kesulitan pengukuran.
2. kelebihan antropometri
a. prosedur sederhana, aman, dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar.
b. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli
c. Alat murah, mudah di bawa, tahan lama, dapat di pesan dan di buat di daerah setempat
d. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat di bakukan
e. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau
f. Ummumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas jelas.
g. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasu ke generasi berikutnya.

D.Jenis Parameter Antropometri Pada Anak
1. Umur
     Faktor umur sangat penting dalam menentukan status gizi. Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun umur penuh dan untuk anak 0-2 tahun digunakan bulan penuh.
Contoh : tahun usia penuh.
Umur : 7 tahun 2 bulan dihitung 7 tahun
6 tahun 11 bulan dihitung 6 tahun.
Contoh : bulan penuh
Umur : ~ 5 bulan 5 hari di hitung 5 bulan
             ~ 7 bulan 14 hari dihitung 7 bulan
2. Berat badan
            Merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Penurunan berat badan merupakan yang sangat penting karena mencerminkan masukan kalori yang tidak adekuat.
     Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan:
1) Parameter yang baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat.
2) Memberi gambaran status gizi sekarang dan gambaran yang baik tentang pertumbuhan
3) Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum dan luas.
4) Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh ketrampilan pengukur
5) KMS (Kartu Menuju Sehat) yang digunakan sebagai alat yang baik untuk pendidikan dan monitor kesehatan anak menggunakan juga berat badan sebagai dasar pengisian.
       Alat yang digunakan di lapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan:
1) Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain.
2) Mudah diperoleh dan relatif murah harganya.
3) Ketelitian penimbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg
4) Skala mudah dibaca
5) Cukup aman untuk menimbang anak balita.
      Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan anak:
1) Pemeriksaan alat timbangan
2) Anak balita yang ditimbang
3) Keamanan
4) Pengetahuan dasar petugas.
3. Tinggi Badan
            Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pertumbuhan tinggi badan  tidak seperti berat badan. Tinggi badan relative kurang sensitive pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan tampak dalam waktu yang relative lama. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.
Pada anak dibawah usia lima tahun dilakukan secara berbaring. .Pengukuran dilakukan dari telapak kaki sampai ujung puncak kepala.
            Cara Pengukurannya :
a.    Letakkan kepala bayi pada garis tengah alat pengukur. Letakkan lutut bayi secara lembut
b.    Dorong sehingga kaki ekstensi penuh dan mendatar pada meja ukuran
c.    Hitung berapa panjang bayi tersebut dengan melihat angka pada tumit bayi.
Jika pengukuran dilakukan saat berdiri maka posisi anak harus berdiri tegak lurus, sehingga tumit, bokong dan bagian atas punggung terletak pada dalam 1 garis vertical, sedangkan liang telinga dan bagian bawah orbita membentuk satu garis horizontal.
Cara mengukur:
1) Tempelkan dengan paku mikrotoa tersebut pada dinding yang lurus datar sehingga tepat 2 meter.
2) Lepaskan sepatu atau sandal.
3) Anak harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna
4) Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus lurus menempel pada dinding.
5) Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan mikrotoa.
Pertambahan berat badan dan tinggi badan sesuai umur anak dapat dilihat melalui table berikut :
NO.
USIA
BERAT BADAN
TINGGI BADAN
1.
Baru lahir – 6 bulan
Bertambah 140-220 gr  (2XBBL)
Bertambah 2,5cm/bulan
2.
6-12 bulan
85-140gr (3XBBL)
1,25cm/bulan
3.
Balita
2-3 kg/tahun
Pada tahun kedua kira-kira 12cm
Pada tahun ketiga kira-kira 6-8 cm
4.
Pra sekolah
2-3 kg/tahun
6-8 cm/tahun
5.
Usia sekolah
2-3 kg/tahun
5-25 cm/tahun

4. Lingkar Lengan Atas (LILA)
            Merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah, dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh. LILA memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. LILA mencerminkan cadangan energy, sehingga dapat mencerminkan :
a.    Status KEP pada balita
b.    KEK pada ibu WUS dan ibu hamil: resiko bayi BBLR
Kesalahan pengukuran LILA (ada berbagai tingkat ketrampilan pengukur) relatif lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan, mengingat batas antara baku dengan gizi kurang, lebih sempit pada LILA dari pada tinggi badan.
Ambang batas pengukuran LILA pada bayi umur 0-30 hari yaitu ≥ 9,5 cm. sedangkan pada balita yaitu < 12,5cm.
Cara mengukur LILA pada bayi:
·         Tentukan posisi pangkal bahu
·         Lengan dalam keadaan bergantung bebas, tidak tertutup kain atau pakaian
·         Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak tangan kea rah perut.
·         Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku siku dengan menggunakan pita LILA,dan beri tanda dengan pulpen (sebelumnya minta izin kepada pasien). Sebelumnya perhatikan titik nolnya.
·         Lingkarkan pita LILA sesuai dengan tanda pulpen di sekeliling lengan responden sesuai tanda.
·         Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA
·         Pita di tarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar
·         Baca angka yang di tunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kea rah angka yang lebih besar)
·         Tulis hasil pembacaannya.

5. Lingkar Kepala
             Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala. Lingkar kepala bayi yang baru lahir di Indonesia rata-rata 3 cm dan di Negara maju 3,5 cm. kemudian pada usia 6 bulan menjadi 40 cm (bertambah 1,5 cm setiap bulan). Pada umur 1 tahun lingkar kepala mencapai 45-47 cm (bertambah 0,5 cm tiap bulan). Pada usia 3 tahun menjadi 50 cm dan pada umur 10 tahun 53 cm.
Lingkar kepala dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran otak pun meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimanapun ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai keadaan gizi.
            Alat dan tehnik pengukuran:
Alat yang sering digunakan dibuat dari serat kaca (fiber glas) dengan lebar kurang dari 1 cm, fleksibel, tidak mudah patah, pengukuran sebaiknya dibuat mendekati 1 desimal, caranya dengan melingkarkan pita dari pertengahan dahi (frontalis) ke tulang telinga terus ke oksipitalis.kembali ke frontalis.
6. Lingkar Dada
            Dilakukan pada bayi/anak dalam keadaan bernafas biasa dengan titik ukur pada areola mammae. Biasanya dilakukan pada anak berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini lingkar kepala lebih lambat dari pada lingkar dada. Pada anak yang mengalami KEP terjadi pertumbuhan lingkar dada yang lambat : rasio dada dan kepala < 1.




BAB III
KESIMPULAN

1.    Antropometri merupakan ukuran tubuh.
2.    Metode antropometri menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia.
3.    Jenis parameter antropometri yang harus di ukur sebagai indicator status gizi yaiti :
a.    Umur
b.    Berat badan
c.    Tinggi badan
d.    Lingkar lengan atas (LiLA)
e.    Lingkar kepala
f.     Lingkar dada












DAFTAR PUSTAKA

Djitowiyono,Sugeng.2010.Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak.Yogyakarta : Nuha
Medika.

Smeltzer,Suzanne C.2002.Keperawatan Medikal Bedah.volume1Jakarta:EGC

Wong, Donna L.2003.Keperawatan Pediatrik.Edisi 4.Jakarta:EGC

www.Mediague.wordpress.com, diambil pada hari selasa jam 19.00 WIB.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar